event

Kisah Indah di Pesmaba

Pubdekdok Crew dari kiri ( Akhria Yudhiz Pradana, Radityo Bagaskoro, Tantri Dwi, Fijanatin Istiqomah (saya), Dhanang Prianggoro, Vrigrando dan Dhanang Surya)

Pubdekdok Crew dari kiri ( Akhria Yudhiz Pradana, Radityo Bagaskoro, Tantri Dwi, Fijanatin Istiqomah (saya), Dhanang Prianggoro, Vrigrando dan Dhanang Surya)

Banyak cara yang dilakukan oleh universitas dalam melaksanakan opspek. Mulai dari pemberian materi, pengenalan jurusan hingga peloncoan. Akan tetapi, Universitas Muhammdiyah Malang memiliki caranya tersendiri. Melalui kegiatan yang diberi nama pesmaba, opspek dapat dilakukan dengan cara yang berbeda. Tidak perlu ada kekerasan, tetapi pemberian materi sesuai dengan jurusan masing-masing.
Fisip selalu mendapat tempat terbaik ketika pesmaba yaitu di Ruang Teater Dome. Dengan fasilitas yang nyaman, kegiatan pesmaba pun terasa ringan. Tak hanya materi saja, hiburan juga disuguhkan kepada Mahasiswa baru (maba). Mulai dari nyanyi bersama, drama komedi hingga pemberian hadiah kepada mahasiswa dan mahasiswi terbaik.
Selama tiga hari, para peserta dan panitia yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), HMJ, LSO dan beberapa mahasiswa lain melaksanakan kegiatan ini. Banyak suka duka yang dirasakan terutama panitia. Hampir setiap hari harus mengadakan rapat dan mempersiapkan segalanya. Kebersamaan pun tak dapat dihindari. Tawa, sedih dan pertengkaran pun mewarnai persiapan pesmaba. Bahkan, panitia harus rela jauh dari keluarga di bulan ramadhan.
Pertemuan panitia yang rutin melalui rapat, tak jarang menimbulkan kesan yang lain untuk beberapa panitia. Ada yang mendapatkan sahabat baru, partner baru bahkan bertemu dengan kekasih baru. Kesan-kesan seperti ini ternyata sering sekali terjadi di pesmaba terutama di kepanitiaan. Hal inilah yang saya rasakan ketika menjadi panitia pesmaba di tahun 2011.
Saat itu, saya menjadi koordinator untuk sie publikasi, dekorasi dan dokumentasi. Dalam sie tersebut saya memiliki tujuh anggota. Mereka terdiri dari Muhammad Iqbal, Dhanang Prianggoro, Vrigrandho, Dhanang Surya, Tantri Dwi, Radityo Bagaskoro dan Akhria Yudhiz Pradana. Kami selalu bersama-sama hampir disetiap waktu. Hal tersebut karena banyak yang harus kita persiapkan untuk pesmaba. Hari demi hari, membuat kami semakin dekat dan saling memahami satu sama lain. Perasaan berbeda pun tak dapat dihindari.
Salah satu anggota telah meluluh lantakkan perasaan saya yang telah tertutup untuk laki-laki selama dua tahun. Memang, saya sempat memiliki teman dekat tapi semuanya tak mampu membuat saya berkata “ya”. Selalu tersakiti membuat saya sangat selektif dalam memilih pasangan. Saya pun terkenal angkuh dan sedikti otoriter ketika menjadi panitia, sehingga mungkin tak ada panitia yang ingin mendekati bahkan menjalin hubungan yang lebih.
Akhria Yudhiz Pradana adalah laki-Laki itu. Ia berhasil membuat saya tercengang hanya karena berani menolak tugas. Awal bertemu dengannya, saya benar-benar tidak suka. Ia begitu berantakan dan seenaknya sendiri. Tidak mencerminkan laki-laki tegas dan berwibawa. Selain itu, ia juga terkadang menyepelekan tugas yang diberikan. Akan tetapi semua terbantahkan ketika ia berhasil menenangkan saya ketika emosi memuncak.
Saat itu saya sedang mendekor ruangan Teater Dome dan hampir semua panitia kecuali sie publikasi, dekorasi dan dokumentasi serta perlengkapan justru menonton konser di Dome. Sontak saya marah dan menangis. Semua panitia yang ada hanya terdiam, tapi Akhria mencoba menenangkan saya dan dia berhasil membuat saya kembali tersenyum.
Pembawaan yang santai tapi serius juga menjadi nilai lebih untuk saya. Kedewasaaan yang dimiliki membuat saya benar-benar simpati kepadanya. Tak perlu waktu yang lama untuk membangun sebuah komitmen. Beberapa saat setelah pesmaba berakhir, saya dan Akhria membuat sebuah komitmen untuk saling mengerti dan memahami hingga saat ini.
Perjalanan yang singkat tapi mengesankan. Setiap kali ada kegiatan pesmaba kami selalu teringat masa-masa indah itu. Masa dimana kami dipertemukan dan menjadi sepasang kekasih. Mengikuti kegiatan yang ada di kampus seperti pesmaba tak selalu hanya mendapat ppengalaman dalam hal bekerjasama dengan baik. Akan tetapi, terkadang ada sesuatu yang unik dan tak terduga yang bisa didapatkan.
Inilah sedikit cerita indah saya untuk Youngers. Semoga sedikit menginspirasi Youngers untuk mau mengikuti kegiatan positif seperti pesmaba. Akan banyak terjadi hal-hal yang tak terduga yang Youngers sendiri tidak menyangka. Ya….seperti yang saya alami. Pesmaba yang indah. (Fj-399)

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s