enterpreneur / tokoh

Dari Tugas Penelitian, Mampu Mengembangkan Bisnis

Melihat semangat pemuda kota malang semakin menunjukkan semangat pemuda yang sesungguhnya. Mereka mampu terus berinovasi dan berkarya demi kelangsungan masa depan yang sebenarnya. Pemuda kali ini merupakan pebisnis yang mampu menciptakan sebuah inovasi terbaru dan karya yang patut mereka banggakan. Es krim KUPI (kulit pisang) hasil temuan dari 5 mahasiswa Universitas Brawijaya Fakultas Pertanian Agrobisnis ini mampu mereka kembangkan sebagai langkah awal dari jiwa pebisnis yang mereka kerjakan.

Sebut saja kelima mahasiswa tersebut Sayyidah Anggun, Ratna Dumilah, Ichwal Januraga, Dimas Ronggo dan Eygina Yesphine. Pada awalnya, bisnis ini merupakan hasil temuan tugas yang diberikan oleh dosen perencanaan bisnis heru santoso hadi. Biaya yang mereka pergunakan mulai dari penelitian sampai bisnis ini dibuka berkisar 500 ribu-1 juta rupiah.

Awalnya, mereka merencanakan kulit pisang menjadi bahan baku tas. Namun, proses produksinya  justru membutuhkan biaya besar, serta waktu pengerjaan yang lama. Sehingga mereka beralih memanfaatkan menjadi es krim.

Dari hasil temuan mereka ini banyak pengusaha tertarik mencoba untuk membeli resep yang mereka ciptakan, dengan harga yang menggiurkan, akan tetapi mereka menolak karena ini akan berlangsung hingga kelulusan untuk membuka bisnis sendiri. “Sebenarnya banyak yang menawarkan harga untuk membeli resep kita hingga 1 juta rupiah bahkan lebih, akan tetapi kita menolaknya” ungkap ichwal saat ditemui kemarin (28/11).

Es krim KUPI (kulit pisang) dibandrol dengan harga 3000 rupiah dengan aneka rasa strowberi, coklat, vanilla, tiramisu dan cappuccino. Selama ini mereka masih belum bisa memperhitungkan keuntungan yang di dapatkan, akan tetapi dari 50 stok es krim setiap minggunya selalu habis. Jadi jika dihitung-hitung dalam satu minggu mendapatkan 150 ribu rupiah dan apabila selama satu bulan lamanya mereka mendapatkan 600 ribu rupiah. Belum lagi pemesanan dari orang untuk kegiatan suatu acara, salah satunya seperti yang pernah mereka alami, yakni pemesanan untuk resepsi pernikahan, kurang lebih 260 stok. “ Dari pemsesanan seperti acara tersebut kita mampu mendapatkan hasil hingga 800 ribu rupiah”, ujar ichwal dan dimas sembari mengingat-ingat hasil yang pernah mereka peroleh.

Bisnis ini nantinya akan terus dikembangkan. “Berhubung kita disini masih kuliah jadi penjualan ini hanya sebatas di daerah malang sekitar saja” ungkap ichwal.  Saat ditanya kira-kira nama dari bisnis kulit pisang ini sendiri seperti apa, mereka berdua sendiri masih belum bisa menentukan. “Sebenarnya sudah ada, akan tetapi kita masih mendiskusikannya sama teman-teman” ujar dimas.

Kesulitan

Dari usaha awal yang terbilang cukup sukses ini, ternyata sebelumnya mereka juga mengalami kesusahan lho  youngers, pertama kalinya untuk mempromosikan produk es krim ini, mereka menerima pesan antar sebagai awal promosi, “Ya.. meskipun yang memesan dan minta untuk dikrim 2 hingga 4 buah es krim kita berdua pun mau ga mau mengantarkannya kepada konsumen” cerita ichwal, sembari tersenyum menceritakan pengalaman mereka berdua. Mereka disana juga meminta pesan dan kesan tentang es krim yang mereka buat. “Yang namanya lidah orang kan berbeda-beda ada yang bilang pas, ada yang bilang kurang inilah.. itulah.. kita menampung semua itu” Tambahnya. (dims-169)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s