investigasi / lifestyle

Kisah Pilu Aborsi: Part Melati

Kisah cinta tak selamanya berakhir bahagia. Mungkin kalimat tersebut yang tepat untuk menggambarkan keadaan Melati (bukan nama sebenarnya). Berbeda dengan Mawar yang akhirnya menikah dengan lelaki yang pernah menghamilinya, gadis manis ini mempunyai kisah yang memilukan. Rasa cinta yang ia rasakan telah membutakan dirinya untuk menuruti permintaan kekasihnya.

Berawal dari seks bebas yang mereka jalani, keduanya harus menerima kenyataan bahwa Melati hamil. Keadaan memaksa mereka untuk melakukan aborsi.“Pacar saya waktu itu tidak mau untuk bertanggung jawab. Alasannya karena kami masih kuliah”, tutur gadis yang masih menempuh studi S1 ini. Ia yang takut ditinggalkan dan menanggung sendiri resiko kehamilan, akhirnya menuruti kekasihnya.

Melati mengakui bahwa ia melakukan aborsi dengan cara meminum obat yang mempunyai nama Cytotex. Sama seperti Mawar ia per hari harus meminum obat sebanyak enam butir. Tetapi, dalam kasus Melati ia membutuhkan delapan butir agar anak yang ada di dalam kandungannya dapat diaborsi. “Rasanya sangat sakit seperti orang melahirkan. Saya mengalami pendarahan pada malam hari setelah paginya saya meminum obat tersebut”, terangnya. Ia juga menceritakan bagaimana setelah proses pengguguran bayi tersebut kekasihnya kemudian menguburkan janin itu di halaman belakang kost.

Melati yang mengira kekasihnya akan tetap bersamanya bila ia mau menggugurkan kandungan ternyata dikhianati. “Ia selingkuh dengan wanita lain setelah saya aborsi”, tuturnya dengan berlinang air mata. Ia juga mengatakan bahwa ia menyesal telah melakukan aborsi. “Bila tahu saya akan ditinggal seperti ini, lebih baik saya pertahankan saja bayinya”, ujarnya. Kini ia hanya bias berharap bias menjalani kehidupan yang lebih baik kedepannya dan tak mengulangi kesalahan yang sama. (poet-401)

pergaulan bebas sumber petaka aborsi
kisah pilu aborsi part mawar
kisah pilu aborsi part bunga
misoprostol pembunuh janin
obat aborsi dijual bebas apotek pun ada
aborsi bukan tindakan tak beralasan
dampak aborsi menyerang fisik dan psikis
dukungan emosional pasca aborsi

7 thoughts on “Kisah Pilu Aborsi: Part Melati

  1. Pingback: Pergaulan Bebas, Sumber Petaka Aborsi | youngslife

  2. Pingback: Dukungan Emosional Pasca Aborsi | youngslife

  3. Pingback: Obat Aborsi Dijual Bebas, Apotek pun Ada | youngslife

  4. Pingback: Kisah Pilu Aborsi: Part Bunga | youngslife

  5. Pingback: Kisah Pilu Aborsi: Part Mawar | youngslife

  6. Pingback: Aborsi, Bukan Tindakan Tak Beralasan | youngslife

  7. Pingback: Dampak Aborsi, Menyerang Fisik dan Psikis | youngslife

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s