investigasi / lifestyle

Kisah Pilu Aborsi: Part Mawar

Menjadi pelaku aborsi tak pernah sedikit pun terlintas di kepala Mawar (bukan nama sebenarnya) sampai pada akhirnya ia hamil di luar nikah. Semua berawal ketika ia mempunyai pacar ketika berada di bangku kuliah. Berpacaran selama setahun tersebut berbuah petaka. Mawar hamil ketika masih duduk di semester lima.
Wanita berambut lurus panjang ini mengaku awalnya ia berhubungan intim ketika berada di rumahnya. “Orang tua saya kerja semua, jadi banyak waktu yang bias dihabiskan untuk berduaan”, ujar Mawar. Beberapa kali ia dan pacarnya melakukan perbuatan tersebut tanpa diketahui oleh siapapun. Hingga pada suatu hari ia mendapati dirinya telat dating bulan. “Saat itu saya panic sekali. Saya takut hamil”, katanya.
Setelah melakukan beberapa kali pemeriksaan menggunakan test pack yang dijual di pasaran akhirnya ia mendapatkan hasil dirinya positif hamil. “Saya langsung shock dan tak tahu harus bagaimana”, terangnya dengan terbata-bata. Mawar kemudian memberitahukan kepada pacarnya bahwa dirinya hamil.
Walaupun keduanya saling mencintai, tetapi keduanya tidak siap untuk memiliki anak. Selainitu, mereka tidak ingin mengecewakan dan membuat marah keluarga kedua belah pihak. “Saya takut dikeluarkan dari anggota keluarga”, ucap Mawar. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan aborsi.
Pasangan tersebut kemudian mencari orang yang mengetahui bagaimana menggugurkan kandungan dengan cepat dan aman. “Saya dikenalkan oleh teman saya kepada penjual obat aborsi”, ungkapnya. Obat yang diberikan kepadanya bernama Cytotex. Ia menambahkan bahwa obat yang ia dapat itu harganya sangat mahal. “Satu butir seharga Rp 60.000,-dansehari saya harus minum enam obat. Jadi memang mahal sekali untuk menggugurkan kandungan”, terang wanita berkulit putih ini. Mawar sendiri mengaku ia hanya menghabiskan enam butir obat.
Kini ia sudah menikah dengan pacarnya. Tetapi, walaupun begitu ia menyesal pernah melakukan tindakan aborsi. “Saya tidak ingin sebenarnya menggugurkan anak saya”, katanya sambil mengusap air mata.Sampai sekarang ia masih terbayang-bayang dengan anaknya tersebut. Rasa bersalahnya tak akan pernah hilang. Ia berpesan kepada wanita muda yang mempunyai masalah sama dengannya untuk tidak melakukan aborsi. “Saya pernah melakukan kesalahan dan saya sangat menyesalinya. Jadi, jangans ampai orang lain merasakan hal yang sama”, saran Mawar dengan tegas. (poet-401)

pergaulan bebas sumber petaka aborsi
kisah pilu aborsi part melati
kisah pilu aborsi part bunga
misoprostol pembunuh janin
obat aborsi dijual bebas apotek pun ada
aborsi bukan tindakan tak beralasan
dampak aborsi menyerang fisik dan psikis
dukungan emosional pasca aborsi

7 thoughts on “Kisah Pilu Aborsi: Part Mawar

  1. Pingback: Pergaulan Bebas, Sumber Petaka Aborsi | youngslife

  2. Pingback: Dukungan Emosional Pasca Aborsi | youngslife

  3. Pingback: Obat Aborsi Dijual Bebas, Apotek pun Ada | youngslife

  4. Pingback: Kisah Pilu Aborsi: Part Bunga | youngslife

  5. Pingback: Kisah Pilu Aborsi: Part Melati | youngslife

  6. Pingback: Aborsi, Bukan Tindakan Tak Beralasan | youngslife

  7. Pingback: Dampak Aborsi, Menyerang Fisik dan Psikis | youngslife

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s