investigasi / lifestyle

Dampak Aborsi, Menyerang Fisik dan Psikis

Tak ada tindakan yang tidak beresiko, terutama aborsi. Hal yang saat ini banyak dilakukan oleh anak-anak muda, tidak terkecuali yang ada di Kota Malang. Meskipun resiko-resiko tersebut jarang bahkan tidak dihiraukan oleh mereka. “Saya tahu kalo aborsi itu beresiko, tapi mau gmn lagi saya tidak bisa menerima keadaan ini,” ungkap Melati. Seperti halnya Melati, Mawar dan Bunga pun berpendapat sama.

Kondisi ini yang pada akhirnya menimbulkan berbagai akibat. Pasca aborsi, setiap orang mengalami akibat yang berbeda-beda. Seperti yang dialami oleh Bunga, ia mengatakan ada rasa nyeri yang hebat dan pendarahan secara terus menerus selama satu bulan hingga dirawat di rumah sakit. Hal berbeda terjadi pada Melati, ia hanya mengalami pendarahan selama kurang lebih tiga minggu. Tetapi berutung ia tidak sampai masuk rumah sakit. Untuk Mawar, ia juga mengalami pendarahan hebat. Hal ini ia alami hanya selama dua minggu saja.

Perbedaan jangka waktu akibat aborsi, memang berbeda-beda setiap orang. Bisa dikatakan akibat yang timbul tidak sama. Hal ini pun diperkuat dengan pernyataan dr. Kusuma Andriana, S.pOG yang mengatakan, akibat yang timbul pasca aborsi yang tidak ada indikasi medis atau Abortus Provocatus berbeda-beda tergantung dosis yang diberikan, jika salah memberikan dosis dampak yang ditimbulkan juga bermacam-macam.

Tidak hanya secara fisik, aborsi juga berdampak pada psikis pelakunya. “Saya sangat terguncang dan saya seperti orang yang tidak bisa berpikir jernih lagi, ya bisa dikatakan depresilah,” ungkap Bunga. Ia merasa bahwa perasaan sangat bersalah itu muncul ketika ia harus membuang anaknya dengan cara aborsi. Sedikit berbeda dengan Bunga, Mawar juga merasa sangat bersalah dengan tindakannya, tetapi ia tidak mengalami guncangan jiwa dan depresi. Kondisi lain justru terlihat pada Melati, ia hanya merasa menyesal melakukan aborsi, tetapi tidak ada guncangan jiwa bahkan depresi seperti dua pelaku sebelumnya. “Saya memang merasa bersalah dengan tindakan saya, tapi mau gimana lagi masa depan saya masih panjang,” tutur Melati.

Menurut Psikolog Universitas Muhammadiyah Malang, Hudaniah, M.si, Psi seorang wanita pelaku aborsi akan mengalami kondisi psikis yang buruk. Hal yang pertama ia rasakan adalah rasa bersalah karena telah melakukan aborsi. “Dampak ini juga akan sangat fatal jika tidak segera bangkit dan berusaha memperbaiki semuanya,” tambah wanita berkerudung ini.

Melihat dampak yang seperti ini, semoga Youngers bisa berpikir lagi jika akan melakukan aborsi. (MES-425/Fj-399)

pergaulan bebas sumber petaka aborsi
kisah pilu aborsi part mawar
kisah pilu aborsi part melati
kisah pilu aborsi part bunga
misoprostol pembunuh janin
obat aborsi dijual bebas apotek pun ada
aborsi bukan tindakan tak beralasan
dukungan emosional pasca aborsi

7 thoughts on “Dampak Aborsi, Menyerang Fisik dan Psikis

  1. Pingback: Pergaulan Bebas, Sumber Petaka Aborsi | youngslife

  2. Pingback: Dukungan Emosional Pasca Aborsi | youngslife

  3. Pingback: Obat Aborsi Dijual Bebas, Apotek pun Ada | youngslife

  4. Pingback: Kisah Pilu Aborsi: Part Bunga | youngslife

  5. Pingback: Kisah Pilu Aborsi: Part Mawar | youngslife

  6. Pingback: Kisah Pilu Aborsi: Part Melati | youngslife

  7. Pingback: Aborsi, Bukan Tindakan Tak Beralasan | youngslife

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s