enterpreneur

2 Jam Perhari, 3 Juta Perbulan

Kimbap adalah panganan khas masyarakat Korea. Kimbab mirip sekali dengan sushi, namun yang membedakan hanya isinya saja. Makanan ini berasal dari dua bahan yakni rumput laut dan nasi. Jika di Korea kebanyakan berisikan daging babi, namun produksi olahan di Indonesia biasanya diganti menggunakan daging ayam, daging sapi, ikan tuna dan lain sebagainya.

Nickita Harlexi yang sekaligus barista coffee corner ini baru 1 bulan menekuni usaha pembuatan kimbab original dan goreng khas Korea. Juga kimbab buatannya masih dipesan untuk area Malang saja, karena memang tergolong usaha baru. Dengan menggunakan sistem pemasaran twitter dan via blackberry messanger.

Kebanyakan pemesan adalah mahasiswa atau tetangga sekitar rumah. “Untuk saat ini saya hanya terima pesanan saja, dengan dibantu oleh keluarga, tapi insyaallah jika memang ada rejeki saya akan membangun kedai kimbab pribadi,” ujarnya dengan percaya diri.

Proses pembuatan kimbab memang tidak mudah. Bahan baku yang digunakan harus berasal dari kualitas nomer satu. Jika salah satu bahan ada yang kurang maka kualitas kimbab yang diproduksi akan kurang bagus. Untuk satu kali proses pembuatan dengan memasak nasi sekaligus isiannya diperlukan waktu 2 jam.

Kini dengan keahlian yang dimilikinya, ia mampu membuat kimbab dengan cita rasa yang tinggi. Harga jualnya bervariasi dengan isi 4 potong antara Rp. 10.000 – Rp. 12.000 dengan omzet perbulan sekitar 3 juta rupiah. Kelebihan kimbab miliknya adalah daya tahan yang lebih lama yakni satu hari. Alumni UMM ini menuturkan bahwa usahanya selain untuk mengejar keuntungan juga ingin mencapai kesuksesan di usia muda dengan jalur berwirausaha. (by-415)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s