komunitas / lifestyle

Komunitas Malang Jumping Stilts

Bagi sebagian anak muda Kota Malang mungkin masih asing dengan Komunitas Malang Jumping Stilts. Pasti youngers bertanya-tanya, “Komunitas apa sih Malang Jumping Stilts itu?”. Yap, dalam kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai Komunitas baru tersebut.

Jumping Stilts sendiri merupakan alat sejenis egrang yang dipakai oleh anggota komunitas tersebut. Tapi, bukan sembarang egrang youngers. Egrang yang dipakai merupakan egrang modern, sangat berbeda dengan egrang dari kayu yang biasanya kita kenal. Alat tersebut terbuat dari alumunium yang mempunyai pegas di bagian belakang. Sehingga, memungkinkan penggunanya bisa melompat dan berlari. Untuk lompatan, para jumpers bisa mencapai hingga ketinggian dua meter dan bisa berlari hingga kecepatan 30 km/jam.Jumping Stilts ditemukan pertama kali oleh Alexander Boeck pada tahun 1999. Alat ini diproduksi di Eropa, USA, dan ASIA menggunakan paten dari Boeck. Nama Boeck juga digunakan untuk menyebutkan istilah bermain jumping stilst, yaitu “Bocking”. Sehingga penggunanya disebut dengan “Bockers”. Tetapi, untuk di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan “Jumpers”.

Olahraga baru ini kemudian masuk ke Indonesia pada tahun 2007. Komunitas pertama terbentuk di Bandung pada tahun 2009. Untuk di Kota Malang sendiri berdiri pada tanggal 4 April 2012 yang digawangi oleh Joko, Galang, dan Bima. Dari tiga anggota dengan satu alat alat kini mereka bertambah menjadi 25 orang dengan delapan alat. Jumping stilts yang ada mereka beli sendiri lho Youngers walaupun harus merogeh kocek sedikit dalam. Jumping stilts bila di Jakarta kisaran harganya antara 1 juta hingga 4,5 juta rupiah. Sedangkan di Malang, jumping stilts seharga 1 juta bisa menjadi 2,5 juta rupiah.

Untuk melakukan olahraga ini tidak ada trik khusus. “Nggak ada patokan. Yang penting berani dan percaya sama kaki”, ujar Joko.  Jumpers  secara otodidak belajar untuk memainkan jumping stilts dengan style-style yang ada seperti stradle, front flip, back flip dan masih banyak stye lainnya. Tetapi, dalam memainkan olahraga ini bukan tanpa resiko Youngers. Joko menceritakan bahwa anggota komunitas mereka pernah mengalami cidera hingga harus menerima tiga jahitan di jidat. Jadi, untuk meminimalisirkemungkinan cidera bisa menggunakan protektor sebagai pelindung.

Doc. Malang Jumping StiltsYoungslife: Salah satu gaya atraksi yang diperagakan oleh anggota komunitas. 

Kegiatan mereka setiap bertemu biasanya latihan dan sharing trik-trik baru untuk bisa menguasai style yang ada. Mereka senang bisa berkumpul dan menambah teman baru. Sehingga ke depannya Joko berharap agar bisa menambah banyak anggota lagi. “Saat ini kami masih promosi lewat social media, radio, dan koran”, terangnya. Ia juga berharap agar nanti ia dan anggota komunitas tersebut dapat unjuk gigi dalam sebuh event.

Joko mengajak anak-anak muda Malang yang berminat dengan olahraga baru ini untuk ikut bergabung di komunitasnya. “Jangan malu untuk gabung. Kita nggak menarik uang pendaftaran kok. Yang penting datang dan latihan rutin”, kata Joko. Jadi, tunggu apalagi. Buat Youngers yang berminat untuk tahu cara bermain Jumping Stilts bisa datang langsung ketika mereka latihan, yaitu pada:

–          Hari Rabu   : Lapangan Rektorat Universitas Brawijaya (UB)  pukul 15.00 WIB

–          Hari Jumat : Jl. Simpang Balapan pukul 20.00 WIB

–          Hari Minggu: Ijen Car Free Day (depan museum  Brawijaya) pukul 07.00 WIB

Untuk mengetahui kegiatan mereka lewat social media youngers bisa lihat di:

Facebook : Malang Jumping Stilts

Twitter: @malangjumpingstilts. (poet-401)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s